Hindari Double Swipe Kartu Demi Keamanan Data Pribadimu

Hindari Double Swipe Kartu Demi Keamanan Data Pribadimu

 

Kamu lebih memilih menggunakan kartu sebagai alat pembayaran
dibandingkan uang tunai?

“Iya, dong! Tidak perlu pusing memikirkan uang kembalian, lebih
praktis, nyaman, efisien, dan seringkali beberapa toko menawarkan
promosi produk yang menguntungkan!”

Nah, kamu harus lebih hati-hati saat kamu menggunakan alat bayar
berupa kartu. Kini, merchant sudah banyak yang difasilitasi oleh pihak
bank dengan mesin Electronic Data Capture (EDC), berupa mesin dengan
tombol dan layar kecil yang biasanya terletak di atas meja kasir. Pada
mesin tersebut, merchant seharusnya melakukan penggesekan kartu dan
transaksi pembayaran. Meskipun begitu, beberapa kasir merchant masih
melakukan aktivitas double swipe.

Penggesekan ganda (double swipe) adalah aktivitas kasir di toko yang
melakukan dua kali penggesekan kartu kredit atau kartu debit nasabah
terkait pembayaran barang atau jasa yang dikonsumsinya.

Pertama, penggesekan dilakukan pada mesin EDC milik pihak acquirer
(bank/ lembaga selain bank) untuk tujuan proses otorisasi kartu
(identifikasi, otentikasi, dan otorisasi) ke lembaga penerbit kartu
pembayaran.

Kedua, penggesekan dilakukan pada alat pembaca kartu (card reader/
skimmer) milik toko yang terintegrasi dengan sistem cash register
untuk tujuan rekonsiliasi pembayaran non-tunai.

Di Indonesia, tindakan double swipe ini sudah terjadi sejak lama dan
dipraktikkan oleh banyak toko, baik besar maupun kecil yang menerima
pembayaran Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) menggunakan
kartu kredit dan kartu debit.

“Tapi biasanya memang seperti itu, sih, dan selama ini tidak pernah
terjadi apa-apa, kok.”

Itu dia kesalahannya. Banyak nasabah yang masih tidak menghiraukan
lantaran berpikir tindakan tersebut tidak membahayakan. Padahal,
tindakan double swipe pada kartu merupakan tindakan yang seharusnya
tidak dilakukan oleh merchant. Hal ini dikarenakan saat kartu
digesekan pada mesin kasir, data kamu sebagai nasabah bank akan
tersimpan pada database merchant tersebut yang biasanya digunakan
untuk kepentingan bisnis.

Hal tersebut sudah dilarang secara tegas oleh Bank Indonesia melalui
Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan
Pemrosesan Transaksi Pembayaran, yang menyatakan bahwa penyelenggara
jasa sistem pembayaran, dalam hal ini termasuk bank dan  mechant,
dilarang melakukan pengambilan atau penggunaan data selain untuk
tujuan pemrosesan transaksi pembayaran melalui mesin kasir merchant
(double swipe).

Tindakan double swipe jelas membahayakan bagi nasabah, sebab dalam
magnetic stripe kartu tersimpan data-data krusial berupa nama nasabah,
nomor kartu, tanggal kedaluwarsa (expiration date), tiga digit kode
keamanan (card verification value (CVV)/ card verification code
(CVC)), service code, dan lain sebagainya. Bila didapatkan oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab, data-data tersebut rentan
disalahgunakan, seperti tindak kejahatan berupa pencurian, atau datamu
bisa juga diperjualbelikan.

Hanya dengan modal nama, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa dan tiga
digit CVV/ CVC saja, pelaku kejahatan dapat  melakukan beberapa
transaksi online menggunakan kartu kredit. Dengan kartu debit,
transaksi tersebut masih membutuhkan PIN/ One Time Password (OTP).

Bila sudah demikian, sebagai konsumen kita harus bagaimana?

1. Sebisa mungkin hindari menyerahkan kartu ke tangan kasir saat
hendak melakukan transaksi pembayaran. Jika memang diperlukan,
pastikan kamu memperhatikan transaksi tersebut hanya dilakukan pada
mesin EDC, dan menolak secara tegas jika kasir menunjukkan gerak gerik
akan melakukan penggesekan kedua pada mesin kasir.

2. Jika pernah atau hampir menjadi korban, kamu dapat melaporkan
tindakan tersebut kepada customer service bank agar dapat
ditindaklanjuti. Menanggapi praktik membahayakan tersebut, bank sudah
dihimbau untuk menindak tegas merchant yang masih nekat melakukan
double swipe, salah satunya dengan cara melakukan pemutusan hubungan
kerja sama.

Tindakan kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pastikan
kamu menjaga keamanan data pribadimu dengan baik, salah satunya dengan
tidak membiarkan kasir melakukan tindakan double swipe saat kamu
melakukan transaksi. Ayo jadi konsumen cerdas!
(www.sikapiuangmu.ojk.go.id)

Kamu lebih memilih menggunakan kartu sebagai alat pembayaran
dibandingkan uang tunai?

“Iya, dong! Tidak perlu pusing memikirkan uang kembalian, lebih
praktis, nyaman, efisien, dan seringkali beberapa toko menawarkan
promosi produk yang menguntungkan!”

Nah, kamu harus lebih hati-hati saat kamu menggunakan alat bayar
berupa kartu. Kini, merchant sudah banyak yang difasilitasi oleh pihak
bank dengan mesin Electronic Data Capture (EDC), berupa mesin dengan
tombol dan layar kecil yang biasanya terletak di atas meja kasir. Pada
mesin tersebut, merchant seharusnya melakukan penggesekan kartu dan
transaksi pembayaran. Meskipun begitu, beberapa kasir merchant masih
melakukan aktivitas double swipe.

Penggesekan ganda (double swipe) adalah aktivitas kasir di toko yang
melakukan dua kali penggesekan kartu kredit atau kartu debit nasabah
terkait pembayaran barang atau jasa yang dikonsumsinya.

Pertama, penggesekan dilakukan pada mesin EDC milik pihak acquirer
(bank/ lembaga selain bank) untuk tujuan proses otorisasi kartu
(identifikasi, otentikasi, dan otorisasi) ke lembaga penerbit kartu
pembayaran.

Kedua, penggesekan dilakukan pada alat pembaca kartu (card reader/
skimmer) milik toko yang terintegrasi dengan sistem cash register
untuk tujuan rekonsiliasi pembayaran non-tunai.

Di Indonesia, tindakan double swipe ini sudah terjadi sejak lama dan
dipraktikkan oleh banyak toko, baik besar maupun kecil yang menerima
pembayaran Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) menggunakan
kartu kredit dan kartu debit.

“Tapi biasanya memang seperti itu, sih, dan selama ini tidak pernah
terjadi apa-apa, kok.”

Itu dia kesalahannya. Banyak nasabah yang masih tidak menghiraukan
lantaran berpikir tindakan tersebut tidak membahayakan. Padahal,
tindakan double swipe pada kartu merupakan tindakan yang seharusnya
tidak dilakukan oleh merchant. Hal ini dikarenakan saat kartu
digesekan pada mesin kasir, data kamu sebagai nasabah bank akan
tersimpan pada database merchant tersebut yang biasanya digunakan
untuk kepentingan bisnis.

Hal tersebut sudah dilarang secara tegas oleh Bank Indonesia melalui
Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan
Pemrosesan Transaksi Pembayaran, yang menyatakan bahwa penyelenggara
jasa sistem pembayaran, dalam hal ini termasuk bank dan  mechant,
dilarang melakukan pengambilan atau penggunaan data selain untuk
tujuan pemrosesan transaksi pembayaran melalui mesin kasir merchant
(double swipe).

Tindakan double swipe jelas membahayakan bagi nasabah, sebab dalam
magnetic stripe kartu tersimpan data-data krusial berupa nama nasabah,
nomor kartu, tanggal kedaluwarsa (expiration date), tiga digit kode
keamanan (card verification value (CVV)/ card verification code
(CVC)), service code, dan lain sebagainya. Bila didapatkan oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab, data-data tersebut rentan
disalahgunakan, seperti tindak kejahatan berupa pencurian, atau datamu
bisa juga diperjualbelikan.

Hanya dengan modal nama, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa dan tiga
digit CVV/ CVC saja, pelaku kejahatan dapat  melakukan beberapa
transaksi online menggunakan kartu kredit. Dengan kartu debit,
transaksi tersebut masih membutuhkan PIN/ One Time Password (OTP).

Bila sudah demikian, sebagai konsumen kita harus bagaimana?

1. Sebisa mungkin hindari menyerahkan kartu ke tangan kasir saat
hendak melakukan transaksi pembayaran. Jika memang diperlukan,
pastikan kamu memperhatikan transaksi tersebut hanya dilakukan pada
mesin EDC, dan menolak secara tegas jika kasir menunjukkan gerak gerik
akan melakukan penggesekan kedua pada mesin kasir.

2. Jika pernah atau hampir menjadi korban, kamu dapat melaporkan
tindakan tersebut kepada customer service bank agar dapat
ditindaklanjuti. Menanggapi praktik membahayakan tersebut, bank sudah
dihimbau untuk menindak tegas merchant yang masih nekat melakukan
double swipe, salah satunya dengan cara melakukan pemutusan hubungan
kerja sama.

Tindakan kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pastikan
kamu menjaga keamanan data pribadimu dengan baik, salah satunya dengan
tidak membiarkan kasir melakukan tindakan double swipe saat kamu
melakukan transaksi. Ayo jadi konsumen cerdas!
(www.sikapiuangmu.ojk.go.id)

Kamu lebih memilih menggunakan kartu sebagai alat pembayaran
dibandingkan uang tunai?

“Iya, dong! Tidak perlu pusing memikirkan uang kembalian, lebih
praktis, nyaman, efisien, dan seringkali beberapa toko menawarkan
promosi produk yang menguntungkan!”

Nah, kamu harus lebih hati-hati saat kamu menggunakan alat bayar
berupa kartu. Kini, merchant sudah banyak yang difasilitasi oleh pihak
bank dengan mesin Electronic Data Capture (EDC), berupa mesin dengan
tombol dan layar kecil yang biasanya terletak di atas meja kasir. Pada
mesin tersebut, merchant seharusnya melakukan penggesekan kartu dan
transaksi pembayaran. Meskipun begitu, beberapa kasir merchant masih
melakukan aktivitas double swipe.

Penggesekan ganda (double swipe) adalah aktivitas kasir di toko yang
melakukan dua kali penggesekan kartu kredit atau kartu debit nasabah
terkait pembayaran barang atau jasa yang dikonsumsinya.

Pertama, penggesekan dilakukan pada mesin EDC milik pihak acquirer
(bank/ lembaga selain bank) untuk tujuan proses otorisasi kartu
(identifikasi, otentikasi, dan otorisasi) ke lembaga penerbit kartu
pembayaran.

Kedua, penggesekan dilakukan pada alat pembaca kartu (card reader/
skimmer) milik toko yang terintegrasi dengan sistem cash register
untuk tujuan rekonsiliasi pembayaran non-tunai.

Di Indonesia, tindakan double swipe ini sudah terjadi sejak lama dan
dipraktikkan oleh banyak toko, baik besar maupun kecil yang menerima
pembayaran Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) menggunakan
kartu kredit dan kartu debit.

“Tapi biasanya memang seperti itu, sih, dan selama ini tidak pernah
terjadi apa-apa, kok.”

Itu dia kesalahannya. Banyak nasabah yang masih tidak menghiraukan
lantaran berpikir tindakan tersebut tidak membahayakan. Padahal,
tindakan double swipe pada kartu merupakan tindakan yang seharusnya
tidak dilakukan oleh merchant. Hal ini dikarenakan saat kartu
digesekan pada mesin kasir, data kamu sebagai nasabah bank akan
tersimpan pada database merchant tersebut yang biasanya digunakan
untuk kepentingan bisnis.

Hal tersebut sudah dilarang secara tegas oleh Bank Indonesia melalui
Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan
Pemrosesan Transaksi Pembayaran, yang menyatakan bahwa penyelenggara
jasa sistem pembayaran, dalam hal ini termasuk bank dan  mechant,
dilarang melakukan pengambilan atau penggunaan data selain untuk
tujuan pemrosesan transaksi pembayaran melalui mesin kasir merchant
(double swipe).

Tindakan double swipe jelas membahayakan bagi nasabah, sebab dalam
magnetic stripe kartu tersimpan data-data krusial berupa nama nasabah,
nomor kartu, tanggal kedaluwarsa (expiration date), tiga digit kode
keamanan (card verification value (CVV)/ card verification code
(CVC)), service code, dan lain sebagainya. Bila didapatkan oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab, data-data tersebut rentan
disalahgunakan, seperti tindak kejahatan berupa pencurian, atau datamu
bisa juga diperjualbelikan.

Hanya dengan modal nama, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa dan tiga
digit CVV/ CVC saja, pelaku kejahatan dapat  melakukan beberapa
transaksi online menggunakan kartu kredit. Dengan kartu debit,
transaksi tersebut masih membutuhkan PIN/ One Time Password (OTP).

Bila sudah demikian, sebagai konsumen kita harus bagaimana?

1. Sebisa mungkin hindari menyerahkan kartu ke tangan kasir saat
hendak melakukan transaksi pembayaran. Jika memang diperlukan,
pastikan kamu memperhatikan transaksi tersebut hanya dilakukan pada
mesin EDC, dan menolak secara tegas jika kasir menunjukkan gerak gerik
akan melakukan penggesekan kedua pada mesin kasir.

2. Jika pernah atau hampir menjadi korban, kamu dapat melaporkan
tindakan tersebut kepada customer service bank agar dapat
ditindaklanjuti. Menanggapi praktik membahayakan tersebut, bank sudah
dihimbau untuk menindak tegas merchant yang masih nekat melakukan
double swipe, salah satunya dengan cara melakukan pemutusan hubungan
kerja sama.

Tindakan kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pastikan
kamu menjaga keamanan data pribadimu dengan baik, salah satunya dengan
tidak membiarkan kasir melakukan tindakan double swipe saat kamu
melakukan transaksi. Ayo jadi konsumen cerdas!
(www.sikapiuangmu.ojk.go.id)



BSM Editor